Senin, 09 Januari 2017

Anggaran Beban Usaha, Anggaran Kas, Anggaran Piutang, dan Anggaran Persediaan

1.     Anggaran Beban usaha ( operating expenses) adalah beban kegiatan pokok perusahaan yang tidak terjadi di pabrik, selain harga pokok jualan (cost of sales). Beban usaha terdiri dari beban penjualan, beban administrasi dan umum.
·        Beban penjualan adalah beban yang terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama. Beban penjualan ada 2 yaitu yang bersifat tetap dan yang bersifat variabel. 

     Beban penjualan variabel contohnya beban komisi penjualan, beban penghapusan piutang, dan beban pernik penjualan. Beban penjualan variabel besar kecilnya dipengaruhi oleh kegiatan penjualan. Semakin banyak barang yang dijual semakin besar beban penjualan variabel. Sebaliknya semakin sedikit barang yang dijual semakin kecil beban penjualan variabel. 

     Sedangkan beban penjualan tetap, contohnya: beban depresiasi alat penjualan, beban penghapusan piutang, beban gaji pegawai tetap bagian penjualan, dll. Beban penjualan semi variabel, seperti beban promosi penjualan, dll.

·        Beban administrasi dan umum adalah beban yang umumnya terjadi pada bagian personalian, bagian keuangan, dan bagian umum, seperti : beban gaji pimpinan dan staf, beban depresiasi peralatan kantor, beban pernik kantor, beban pemeliharaan kantor, dan beban umum lainnya. Beban administrasi dan umum biasanya bersifat tetap.


2.   Anggaran Kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut.
Manfaat Angaran Kas
        Anggaran berperan sebagai alat bantu manajemen dalam melakukan perencanaan sumber daya yang akan diperoleh dan digunakan, serta mengendalikan bagaimana sumber tersebut digunakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu. Anggaran dapat membantu manajemen dalam pengendalian kas, karena anggaran kas memberikan informasi yang berguna tentang pola penerimaan dan pengeluaran kas setiap periode operasi perusahaan.

3.   Anggaran Piutang yaitu anggaran untuk merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahan nya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang. Langkah-langkah menyusun anggaran piutang :
a.        Menentukan besarnya jumlah penjualan tunai dan jumlah penjualan kredit yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam waktu satu bulan /triwulan
b.        Menentukan besarnya BOP debt yang harus dicadangkan
c.        Mengetahui atau mengidentifikasi term of credit

Manfaat anggaran piutang bagi perusahaan :
a.      Salah satu upaya untuk meningkatkan omzet penjualan ,sehingga keuntungan meningkat
b.     Dapat memperkuat hubungan dagang antara perusahaan dengan relasinya
c.      Pada usaha tertentu kredit jangka panjang dapat menciptakan keuntungan tambahan

4.   Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang. Pada perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni persediaan material, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi.
A.   Anggaran Persediaan Material
Dalam anggaran ini yang akan direncanakan adalah berapa nilai persediaan material
untuk setiap akhir periode.
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai persediaan material yakni :
a.             Jumlah Materaial yang Tersedia
b.            Harga Beli Material per Satuan.
Ada 3 metode yang dapat dipilih untuk menyelesaikan permasalah tersebut
yakni : FIFO,LIFO,AVERAGE

B. Anggaran Persediaan Barang Dalam Proses
Barang dalam proses merupakan material yang telah diproses tetapi belum selesai, sehingga masih memerlukan proses lebih lanjut.
Faktor yang mempengaruhi besar- kecilnya nila persediaan barang dalam proses akan tergantung pada :
a.         Unit/jumlah Barang dalam Proses
b.        Tingkat Penyelesaian Produk
c.         Tarif Biaya Produksi

C. Anggaran Persediaan Barang Jadi
Persediaan barang jadi diperlukan untuk melayani penjualan yang tidak direncanakan atau penjualan nonreguler.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai persediaan barang jadi adalah :
a.         Unit Persediaan
b.        Metode Penentuan Harga Pokok, ada 2 metode yaitu Metode Full Costing dan metode Variabel Costing